Jakarta, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, meluncurkan Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif 2026-2029 dalam pertemuan di Jakarta. Rencana ini menjadi pedoman untuk memperkuat kemitraan bilateral yang berorientasi masa depan. Pertemuan ini juga diwarnai dengan keputusan penting Belanda untuk memulangkan fosil "Java Man" sebagai simbol rekonsiliasi sejarah, yang membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian dan pendidikan.
Kedua negara sepakat fokus pada kerja sama di sektor-sektor prioritas, dengan Belanda menjadi mitra strategis dalam modernisasi pertanian dan ketahanan pangan. Kerja sama juga akan ditingkatkan di bidang kemaritiman, pengelolaan air, serta menjajaki kolaborasi di teknologi masa depan seperti semikonduktor dan energi terbarukan. Selain isu bilateral, kedua menteri bertukar pandangan tentang isu Palestina dan menegaskan peran sentral ASEAN.
Sebagai tindak lanjut konkret, kedua pihak menandatangani MoU NISCOPS tahap kedua untuk mendukung produksi minyak sawit berkelanjutan yang melibatkan petani kecil. Kunjungan Menlu van Weel ini menegaskan komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang setara, saling menghormati, dan berorientasi pada masa depan. (rm01)
Sumber: https://kemlu.go.id/berita/menuju-kemitraan-berorientasi-masa-depan-indonesia-dan-belanda-luncurkan--rencana-aksi-2026-2029?type=publication